Mobilisasi Identitas Keagamaan Dalam Gerakan Penolakan Kandang Ayam di Cibetus Padarincang

Authors

  • Mahpudin Mahpudin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ahmad Alimun Ali Musa Firdaus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ferry Fernando Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ahmad Beny Avicenna Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.54144/gq6xdz79

Keywords:

Mobilisasi Identitas Agama, Gerakan Sosial, Konflik Lingkungan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana identitas keagamaan direkonstruksi dan dimobilisasi oleh aktivis dalam gerakan penolakan pembangunan kandang ayam skala besar di Desa Cibetus, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, serta menjelaskan peran agama sebagai kerangka moral, sumber daya simbolik, dan bahasa politik dalam konflik lingkungan di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menangkap pengalaman hidup dan pemaknaan subjektif para aktivis yang terlibat langsung dalam pendampingan warga yang terdampak pencemaran lingkungan, ancaman kesehatan, dan kriminalisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktivis dari berbagai organisasi, observasi terhadap praktik keagamaan dan aksi penolakan, serta analisis dokumen gerakan dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas keagamaan bukanlah pemicu awal perlawanan, tetapi menjadi semakin sentral seiring eskalasi konflik dan tertutupnya jalur formal politik serta hukum yang dianggap tidak responsif terhadap keluhan warga. Praktik keagamaan seperti pengajian, istighosah, doa bersama, dan ceramah berfungsi sebagai ruang refleksi moral dan konsolidasi sosial yang memungkinkan aktivis mentransformasikan persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi narasi ketidakadilan moral, kewajiban keagamaan, dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga ciptaan Tuhan. Melalui proses tersebut, agama memberikan legitimasi moral bagi perlawanan, memperkuat solidaritas kolektif, serta membentuk batas antagonistik yang jelas antara “kami” sebagai komunitas warga beriman yang memperjuangkan kehidupan, kesehatan, dan lingkungan, dan “mereka” sebagai negara serta korporasi yang diasosiasikan dengan logika pembangunan berorientasi modal. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas keagamaan merupakan sumber daya diskursif yang dinamis dan kontingen dalam mobilisasi gerakan sosial, sekaligus menantang wacana pembangunan dominan dalam konteks Indonesia kontemporer

Downloads

Published

2026-07-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Mobilisasi Identitas Keagamaan Dalam Gerakan Penolakan Kandang Ayam di Cibetus Padarincang. (2026). Jurnal Sosial-Politika, 7(1), 16-36. https://doi.org/10.54144/gq6xdz79